akarangin

Berbagi rasa dengan kata-kata…

MENDADAK SELEB….. 10 Oktober 2007

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — yuli @ 6:00 am

Beberapa hari belakangan ini, telephone genggam saya sering kemasukan nomor asing. Begitu saya angkat, selalu saja nama Wulan, Kristy, Kristy Wulandari ataupun Tya yang disebut. Kadang juga pesan-pesan pendek yang isinya ingin berkenalan.

Jujur saya bingung, karena ada beberapa pesan yang isinya tidak beretika sama sekali. Dan iseng saya catat setiap nomor yang masuk tersebut. Begitu saya amati, ternyata banyak nomor yang masuk adalah nomor-nomor lama dan beberapa diantaranya adalah nomor pasca bayar.

Dari hasil pengamatan saya, kemungkinan besar para pemilik nomor tersebut secara finansial sudah mapan. Karena kita tahu, harga nomor lama di pasaran tinggi dan kalaupun si pemilik nomor memang sudah memiliki nomor itu dari dulu berarti dia sudah mapan secara ekonomi.

Banyak diantara mereka yang sangat bersemangat mengejar saya. Ya ampyun…. kan saya jadi ge-er… whakakkakkakakkkkkkk.

Setelah saya ada waktu luang dan punya sedikit pulsa untuk miss-call, saya coba hubungi mereka satu persatu. Ada beberapa nomor yang memang bisa dihubungi, tetapi ada juga yang tidak. Pelacakan ini saya lakukan untuk mengetahui, bahwa nomor-nomor itu memang ada yang punya, dan bukan satu orang yang mengacau ketentraman saya dengan berganti-ganti nomor.

Setelah pelacakan tersebut ada beberapa yang merespons. Karena sampai saya menulis sekarang ini, sudah ada kurang lebih tiga puluhan nomor asing yang masuk. Gila nggak tuh…..????

Yang saya heran, nomor-nomor asing tersebut mengaku dari Jakarta ataupun Bandung. Karena ada juga beberapa yang menghubungi saya dengan nomor kode kedua kota tersebut. Ah… saya nggak habis pikir.

Sampai satu hari ada yang dengan santun bertanya kepada saya dan mengklarifikasi profile saya seperti profile yang tercantum di salah satu website pencarian pasangan.

Tentu saya terkejut, karena saya sama sekali tidak pernah membuka web tersebut dan tidak pernah meng_up load profile saya ke web tersebut.

Dan satu “penggemar” yang santun tadi menyampaikan bahwa di website tersebut, deskripsi tentang diri saya benar-benar mengundang hasrat laki-laki untuk penasaran dan berkenalan dengan saya. Gile benerrrrr…..

Saya coba melacak website tersebut, tapi akhirnya saya putus asa karena membernya begitu buanyak. Dan saya lelah… capek… dongkol… dan marah.

Saya cuma sedih… kenapa ada yang mendzalimi saya sedemikian rupa adanya di bulan puasa pula. Apa sih salah saya….???? Atau mungkin saya berbuat satu kesalahan yang saya tidak sengaja, dan membuat orang tersebut benar-benar menaruh dendam kepada saya….

Tapi kan bukan dengan cara meng_up load nomor telephone dan mendiskreditkan saya ( meskipun tidak pakai nama asli saya ),  seperti itu? Kan semua masalah bisa dibicarakan, bukan main tusuk dari belakang seperti ini.

Dengan pengalaman saya seperti ini, saya cuma menyarankan untuk berhati-hati memberikan nomor telephone anda. Mungkin dengan berganti nomor masalah akan selesai. Tapi berganti nomor kan tidak semudah itu, apalagi kalu nomor yang kita punya sudah menyebar. Masa sih kita harus menghubungi satu persatu sodara, sahabat dan relasi kita yang begitu banyak? Aduh berapa waktu yang kita butuhkan hanya karena hal-hal konyol seperti ini…?

Meskipun masih ada amarah di dada, tapi sudah berkurang begitu saya lampiaskan uneg-uneg saya di blog ini.

Sekian dan salam. Yogyakarta, 10 Oktober 2007. Rabu…. 12.55