akarangin

Berbagi rasa dengan kata-kata…

Ada Cerita dalam Bus Kota… 23 Januari 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — yuli @ 5:00 pm

Tiga hari yang lalu saya berkunjung ke rumah seorang kawan yang sering memberikan asupan gizi untuk otak saya (terima kasih mbak Fanny untuk kesempatan yang berharga itu). Saya naik bus kota. Maklumlah, saya tidak bisa mengendarai kendaraan jenis apapun… haha.

Karena cukup lama saya tidak naik bus kota, maka pada kesempatan kali ini saya nikmati saja perjalanan yang lumayan jauh.

Di sisi kanan depan saya duduk berdua lelaki dan perempuan. Yang laki-laki berwajah serius dengan kacamata bertengger di hidungnya. Wajahnya biasa (menurut saya), karena lelaki ini bukan kriteria saya dan berkulit coklat mendekati legam. Yang perempuan berwajah cantik meski tanpa polesan. Berkulit putih, berambut ikal sebahu dan bermata mempesona.

Dari cara mereka “berdiskusi”, saya tahu bahwa mereka tuna wicara. Tapi saya juga tidak mengingkari binar-binar yang berpendaran di sekitar mereka menandakan bahwa mereka adalah sepasang kekasih. Saya melihat begitu banyak cinta bertebaran diantara mereka.

Saya kagum dengan mereka. Sepanjang perjalanan saya amati mereka. Mereka sibuk sekali dengan percakapan mereka. Tapi mereka sama sekali tidak mengganggu kenikmatan saya mengamati mereka.

Benar-benar dunia milik mereka berdua…. aha.

Tadi , saya juga kembali ke rumah kawan saya tersebut. Agak pagi.

Agak lama saya menunggu bus kota. Ketika bus kota melintas, saya segera menghentikan laju bus itu, meski saya juga ngeri melihat bagaimana bus itu menyalip dua motor sekaligus hanya untuk mengangkut saya. 

Sekali lagi saya terpana. Ternyata kernetnya seorang perempuan!

Bukan perempuan dengan rambut pendek dan penampilan laki-laki, tapi perempuan mungil, berambut panjang yang dijalin. Berkulit sawo matang.

Jujur, sepanjang perjalanan itu saya benar-benar menikmati. Tidak ada kata-kata kasar yang berhamburan seperti yang biasanya saya dengar ketika kernetnya adalah laki-laki. Cara ibu itu mengembalikan uang kembalianpun begitu santun.

Ibu ini memang perkasa di balik tubuh mungilnya.

Ketika saya sampai tujuan dan kemudian turun, saya ucapkan terima kasih sambil saya lemparkan senyum terbaik yang saya miliki untuk beliau.

Ah, cerita yang indah untuk saya bagi.

Terima kasih mas dan mbak juga ibu kernet yang entah bernama siapa.

Untuk inspirasi juga semangat yang kalian berikan untuk saya.

#mama_akarangin#   dini hari, sambil menunggu suami menggambar animasi.

 

 

Leave a Reply